Selamat datang..Blog ini milik kami (Ines, Irine, dan Nofita) yang berisi tentang materi bahasa dan sastra Indonesia. Tidak semua tulisan kami tulis sendiri, melainkan ada beberapa yang kami ambil dari referensi yang mendukung..
RSS
SELAMAT DATANG

Minggu, 02 Mei 2010

Monolog Putu Wijaya Hipnotis Ratusan Penontonnya di UMM

Malang, 17 April 2010

Putu menunjukan apresiasi yang tinggi kepada tokoh besar bangsa Indonesia, almarhum Gus Dur dengan penampilannya di atas panggung teater.

Putu Wijaya adalah salah satu empu teater di Indonesia. Dia membuktikan totalitas penghayatan terhadap seni peran dengan aktingnya yang memukau dalam pentas teater pada Jumat petang (16/04) di Theater Dome UMM. Ratusan penonton hadir memadati acara persembahan HMJ Bahasa Indonesia yang mengusung tema “Teater Mental”. Tampak pula di barisan penonton, rektor Dr. Muhadjir Effendi, MAP. Sedang para dosen jurusan Bahasa Indonesia tampak sangat menikmati pertunjukan Putu Wijaya yang memikat mata.

Monolog berjudul Empu menjadi pilihan pertama dalam rangkaian tiga monolog yang dibawakannya. Dalam monolog itu, Putu ingin menunjukan apresiasi yang tinggi kepada tokoh besar bangsa Indonesia, almarhum Gus Dur. Putu pun ingin menunjukkan kepada penonton bahwa Gus Dur adalah orang yang semasa hidupnya mampu memberi kritik – kritik segar terhadap bangsa Indonesia. Meskipun kritiknya kadang membuat sebagian masyarakat bingung atau tidak mampu memahami maksudnya. Dan, saat ini, belum ada lagi tokoh yang nyeleneh seperti dia. Hal itu, digambarkan dengan setting panggung yang menampilkan boneka putih besar yang menyerupai sesosok manusia.

Monolog kedua berjudul poligami yang memotret kegirisan hidup wanita Indonesia. Nasib mereka dari generasi ke genereasi yang tidak berubah, dengan hadirnya isak tangis sebagai ekspresi kepiluan hidup mereka. “Inilah nasib…nasib wanita Indonesia, setiap harinya menderita. Jadi tukang cuci, mengurus dapur dan kerja rodi di kasur. Dari jaman dulu sampai nanti, nasibnya seperti TKW”, teriak Putu di antara penggalan- penggalan narasinya.

Monolog berjudul ‘Kemerdekaan’ adalah cerita yang dipilih untuk menutup acara tersebut. Putu juga menjelaskan bahwa cerita itu pernah dibawakan dalam pentasnya di UMM pada tahun 1999 silam. Menurutnya, Teater adalah bahasa untuk mengerti pikiran orang lain. Sehingga dalam monolog tersebut, kemerdekaan, dimakanai sebagai sebuah bentuk ekspresi tentang perjuangan merebut kebebasan. Bukan perjuangn sendiri – sendiri sebagai hadiah tapi kemerdekaan yang direbut dengan darah untuk kepentingan bersama, bangsa Indonesia.

Pada kesempatan tersebut, rektor memaparkan bahwa acara semacam itu sangat bagus. Kegiatan tersebut merupakan perwujudan kampus yang berbudaya dan beradab dengan membangun kepekaan etika atau karakter lewat seni. “Secara tulus saya ucapkan selamat. Saya menyempatkan datang di tengah – tengah kesibukan dan hadir bersama anda, saya menemukan sesuatu yang fresh. Semoga akan lahir Putu Wijaya yang lainnya di UMM ini”, harap rektor saat memberikan sambutan pada acara tersebut.

Apresiasi positif dari rektor dibalas dengan lontaran kekaguman Putu terhadap penataan ruangan Theater Dome yang sangat mendukung untuk pertunjukan. “Saya ingin bermonolog lagi di sini, karena semuanya sangat antusias dalam menerima saya. Kau selamanya akan ku tanam dalam hatiku” ungkapnya berpuisi sebagai ucapan terimakasih.

Dalam kesempatan itu, Putu juga menyampaikan pesan bahwa sesungguhnya teater adalah peristiwa batin bukan sekedar pertunjukan saja. Sebagai orang Bali, Putu mengaku sangat menjunjung pepatah Dase, Kale, Patre yang berarti tempat, waktu dan susana dalam membawakan setiap pentasnya. Mengindahkan sebagian peraturan yang ada untuk mendapatkan estetika cerita. “Saya ditabrak keadaan, yang membuat jalan cerita mengalir seperti itu. Jujur semua dialog yang saya bawakan barusan adalah hasil improvisasi dan tidak pernah saya rencanakan sebelumnya”, terang Putu saat menjawab pertanyaan salah seorang penikmat sastra dari Blitar. (rwp/jss)


published by HUMAS UMM

Kamis, 22 April 2010

Novel Terbaru Andrea Hirata

Jakarta (ANTARA News) - Dua novel terbaru yang berjudul "Padang Bulan" dan "Cinta di dalam Gelas" dari Andrea Hirata akan diluncurkan pada pertengahan Juni 2010.

"Dua novel terbaru saya sudah selesai dan sekarang ada di Penerbit Bentang. Direncanakan akan diluncurkan pada pertengahan Juni," kata penulis novel "Laskar Pelangi" itu pada di Jakarta, Rabu.

Andrea mengatakan sebenarnya akan diluncurkan pada Mei 2010, akan tetapi karena kesibukannya pada tiga acara ke luar negeri, maka novel tersebut akan diluncurkan bulan Juni.

"Tanggal 13 Mei mendatang, saya pergi ke Wordstomb Book Festival di Australia untuk jadi pembicara. Kemudian lanjut ke Festival Film Vancouver Kanada karena Film Laskar Pelangi diputar disana. Lalu saya pergi ke Festival Buku Singapura sampai awal Juni," katanya.

Andrea mengaku menyelesaikan penulisan dua novel tersebut hanya lima minggu, akan tetapi sebelumnya dilakukan riset selama dua tahun.

Maryamah menjadi tokoh utama pada dua novel tersebut yang diceritakan sangat suka bermain catur.

"Pada novel 'Padang Bulan', lebih bercerita tentang percintaan dan novel 'Cinta di dalam Gelas' lebih banyak bercerita tentang Maryamah yang kesal terhadap suaminya dengan bentuk perlawanan berupa main catur," kata pengarang berambut ikal itu.

Dua novel yang merupakan karya kelima dan keenam Andrea tersebut masih dengan latar belakang Belitung dan budayanya.

"Novel kelima dan keenam saya ini seperti novel Laskar Pelangi dengan budaya Melayu Kampung Belitung. Saya mendapat kepuasan luar biasa dengan menulis novel berlatar budaya Melayu," katanya.

Andrea merasa menemukan ciri khas novelnya dengan latar belakang budaya Melayu yang memang masih jarang diungkapkan. (N006/K004)

Resensi novel "Bumi Cinta"


Resensi Novel "BUMI CINTA" oleh Iman Sulaiman

Review Novel "BUMI CINTA" Karya Habiburrahman El Shirazy

Di sini saya hanya menuliskan Ringkasan Cerita Novel "BUMI CINTA" yang menurut saya bisa menjadi garis besar jalan cerita Novel "BUMI CINTA". Mungkin bagi sebagian orang sudah cukup hanya membaca resensi saja, dan sebagian lain akan menjadi lebih tertarik untuk membaca secara lengkap. Bagaimana dengan anda, anda sendiri yang bisa menilai dan untuk saya pribadi, cuma bisa menunggu ada link Download ebook Novel BUMI CINTA gratis di internet atau dapat pinjaman dari teman :)

Resensi Cerita Novel "BUMI CINTA" :

Apa jadinya, jika seorang santri salaf bernama Muhammad Ayyas, hidup di negeri paling menjunjung tinggi SEX bebas dan pornografi, yaitu Rusia ???
Akankah iman dan kehormatannya dipertaruhkan demi memenuhi hasrat duniawi nonik-nonik Moscow, yang kecantikannya tiada tara ?

Dan tersebutlah seorang pemuda Indonesia bernama MUHAMMAD AYYAS, seorang mahasiswa pasca sarjana di Delhi, India yang juga seorang santri. Muhammad Ayyas yang sebelumnya kuliah di Madinah ini berniat ingin mengerjakan tugas penelitian dari Dosen pembimbingnya yaitu mengenai Kehidupan Umat Islam di Rusia pada masa pemerintahan Stallin.

Tibalah ia di Rusia dengan disambut oleh teman lamanya DAVID. David inilah yang mencarikan apartemen tempat tinggal untuk Ayyas. Dengan alasan keterbatasan budget yang dimiliki Ayyas dan lokasi apartemen yang strategis ternyata David hanya bisa mendapatkan sebuah apartemen yang berbagi dengan orang lain. Parahnya teman seapartemennya itu adalah dua orang wanita Rusia yang jelita. Serangkaian masalah bagi Ayyas pun bermula dari sini.

YELENA seorang pelacur kelas atas dan LINOR seorang pemain biola yang akhirnya diketahui sebagai agen rahasia Mossad adalah 2 wanita yang menjadi teman seapartemen Ayyas. Apartemen yang memiliki 3 kamar ini mengharuskan Ayyas harus selalu berinteraksi dengan keduanya di ruang tamu, dapur, dan ruang keluarga. Sungguh ini merupakan godaan keimanan yang dahsyat bagi Ayyas yang mencoba menjaga kesucian dirinya sebagai muslim.

Godaan bagi Ayyas tidak hanya sampai di situ, dosen pembimbing yang dirujuk oleh dosennya di Delhi tidak bisa melakukan bimbingan ke Ayyas karena sesuatu hal, dia menyerahkan tugas bimbingan ini kepada asistennya. Dan ternyata sang asisten adalah seorang gadis muda jelita bernama ANASTASIA, seorang penganut kristen ortodoks yang sangat taat.

Interaksi yang intens sang asisten dengan Ayyas menimbulkan rasa simpati yang lebih di hati Anastasia kepada Ayyas. Ketertarikan itu pun kian hari kian menguat. Di lain pihak Yelena tengah dilanda konflik dengan sang mucikari dan Linor sang agen Mossad tengah menyiapkan rencana jahat kepada Ayyas, yaitu menyiapkan rekayasa fitnah sebuah pengeboman yang diarahkan agar Ayyas sebagai pelakunya.

Tiga wanita inilah yang mendominasi jalannya kisah dalam Bumi Cinta. Tidak ada konflik yang sedemikian hebat dalam kisah ini sebagaimana kita temui pada sosok Fahri yang sempat masuk penjara di Mesir, atau tokoh Furqon yang sempat terkena virus HIV. Di sini tokoh Ayyas hanya “nyaris” dipenjara karena difitnah melakukan pengeboman di Hotel Metropole oleh Linor.

Kisah ini juga dilengkapi dengan peristiwa pembantaian Zionis terhadap muslim Palestina di Sabra dan Sathila. Nuansa romansa memang terasa sangat kental di sini. Tiap halaman akan kita jumpai gejolak perasaan Ayyas atas wanita-wanita jelita yang dijumpainya. :) end.

Novel "BUMI CINTA" sebagaimana novel Kang Abik sebelumnya memang menawarkan sebuah kisah romansa yang sangat indah dengan tetap dibalut nilai-nilai Islami. Novel ini mampu membangunkan jiwa-jiwa terlelap akan kelalaian mensyukuri nikmat Tuhan. Sangat layak dibaca dan dikoleksi :)